Three Cups of a Tea

Three Cups of Tea (Tiga Cangkir Teh) Three Cups of Tea by Greg Mortenson

My review

rating: 5 of 5 stars
Buku yang sangat indah menceritakan soal bagian utara Pakistan, gunung2nya yang indah.. tempat impian semua pendaki, namun tersimpan rahasia dan harta karun dunia..

Greg Mortenson, seorang pendaki gunung asal Amerika, sedang mengadakan penjelajahan di Karakoram, Pakistan, yaitu obsesi menaklukan K2, puncak tertinggi kedua sesudah Everest. Namun, karena rekan satu timnya mengalami HAPE (High Altitude Pumonary Edema), membanjirnya cairan dan darah di paru-paru karena tekanan udara serta tipisnya atmosfer di ketinggian, akhirnya ia merelakan impiannya yang hanya tinggal berjarak 600 m.

Dalam perjalanan turun menuju Askole, Greg terpisah dari rombongannya dan pemandunya, sehingga ia mengambil sisi yang salah. Ia berjalan seminggu tanpa cukup makanan, karena sebagian besar dibawa oleh pemandunya. Ia kelelahan, tertatih-tatih, akhirnya tiba di satu daerah yang tidak dikenalnya.

Korphe, dengan nurmadhar (kepala desa) Haji Ali, yang merawatnya penuh perhatian juga penduduk desa ini yang memperlakukannya dengan istimewa. Ketika kondisinya sudah semakin membaik, ia berjalan2 keliling desa itu dan melihat bahwa anak-anak disitu sekolah di dataran datar perbukitan, tanpa dinding dan atap, dalam udara yang dingin, namun penuh semangat mengerjakan tugas.

‘Aku akan membangun sebuah sekolah untuk desa ini. Aku berjanji.’

Sekembalinya ke Amerika, Greg menabung untuk proyek impiannya ini. Dilayangkannya surat2 ke ratusan alamat yang tidak mendapat sambutan sama sekali. Sampai akhirnya Dr. Jean Hoerni, mantan penjelajah Karakoram juga menemukannya dari sebuah newsletter, dan memberikan sumbangan sebesar 12000 dolar.

Greg membeli semua bahan bangunan di Skardu, dan sempat bersitegang dengan pemuka setampat yang ngin menguasai bahan bangunannya. Ketika akhirnya ia bisa mencapai Korphe lagi, masalah lain menghadangnya. Perlu jembatan untuk membawa bahan bangunan tersebut ke Korphe. Ia kembali lagi ke Amerika untuk mencari dana untuk jembatan yang lagi-lagi didapatnya dari Dr Jean Hoerni, yang akhirnya selesai akhir Agustus 1995.

Dalam perjalanannya kembali ke Korphe, Greg yang sudah menikah dengan Tara Bishop, wanita yang dikenalnya dalam acara amal oleh Hoerni, ia mendapatkan pelajaran dari Haji Ali,

“Kali pertama kau minum teh bersama seorang Balti, kau masih orang asing, Kedua kalinya kau minum teh, kau adalah orang yang dihormati. Kali ketiga kau berbagi semangkuk teh, kau sudah menjadi keluarga, dan untuk keluarga kami, kami bersedia untuk melakukan apa saja, bahkan untuk mati sekalipun.”

Haji Ali buta huruf, ia tidak bisa membaca. Ia hanya bisa memandangi indahnya Al Qur’an yang dimilikinya.” Aku tak bisa membaca apapun. Inilah kesedihan terbesar dalam hidupku. Aku akan melakukkan apa saja agar anak-anak di desaku tak perlu mengalami kesedihan yang sama. Akan kubayar berapa pun supaya mereka bisa mendapatkan pendidikan yang menjadi hak mereka.”(hal 285).

Sayangnya, Jean Hoerni menderita sakit parah ketika sekolah itu selesai. Namun di hari kematiannya ia mewariskan satu juta dolar untuk Center Asia Institute (CAI) untuk membangun sekolah2 lain di pedalaman Pakistan.

Perjalanan Greg keliling Pakistan untuk membangun sekolah2 seperti di Hushe, Khaplu, Khane, dan daerah lainnya, bukannya tanpa masalah. Beberapa kali ia diancam oleh fatwa yang melarang dirinya karena mencurigai dirinya akan menyebarkan agama Kristen di wilayah mayoritas muslim yang taat tersebut. Namun dengan ketulusan hatinya dan dukungan penduduk, dan fakta bahwa pemerintah tidak pernah menyentuh  pendidikan di daerah tersebut, akhirnya Greg berhasil menyelesaikan proyek-proyeknya.

Bahkan ia sempat diculik ketika berada di wilayah Wazir, daerah selatan Afganistan, karena dikira mata-mata.

Pada masa serangan Taliban terhadap Pakistan, Greg mendirikan pemukiman baru untuk kaum pengungsi, dan tetap mengusahakan sekolah di daerah tersebut.

Setiap ia kembali ke Amerika, Greg selalu melakukan presentasi di banyak tempat, guna mendapatkan dana untuk CAI. Kadang-kadang presentasinya dihadiri puluhan orang, namun pernah sangat kosong sekali.

Pada saat tragedi  11 September, Greg sedang berada di Pakistan dan baru saja ditunjukkan sekolah madrasah Wahabbi, yang mana memasukkan militer dalam kurikulumnya. Pasca tragedi itu, banyak orang Amerika yang diharuskan pulang ke negaranya, namun Greg tidak pulang, dan pada saat peresmian sekolah Kuardu mendapatkan pelajaran,

“Aku meminta Amerika agar menatap jauh ke dalam hati kami,” Syed Abbas melanjutkan, suaranya bergetar karena emosi,”dan melihat bahwa sebagian besar dari kami bukanlah teroris, hanya orang baik dan sederhana. Negara kita dihantam kemiskinan karena kita tak terdidik dengan baik. Akan tetapi hari ini, satu lagi pelita pengetahuan telah dinyalakan. Dengan nama Allah Yang Maha Kuasa, semoga cahaya ini menerangi jalan kita untuk keluar dari kegelapan yang selama ini mengurung kita.”(hal 481).

Dalam pidatonya di Capitol Hill, Greg menyatakan,” Saya melakukan apa yang telah saya lakukan ini untuk memerangi teror, saya melakukan ini karena saya sayang dan peduli pada anak-anak. Memerangi teror barangkali ada di nomor tujuh atau delapan dari daftar prioritas saya. Tetapi dengan bekerja di sana, saya telah mempelajari beberapa hal. Saya belajar bahwa terorisme tidak terjadi lantaran segelintir orang di suatu tempat seperti Pakistan dan Afganistan tahu memutuskan untuk membenci kita. Hal itu terjadi karena anak-anak tak ditawari masa depan yang cukup baik agar mereka memiliki alasan untuk memilih hidup daripada mati.” (hal 546).

Amerika seharusnya memiliki lebih banyak sosok seperti ini sehingga kekayaannya bisa dibagikan melalui pendidikan, bukannya mempersenjatai diri dengan peralatan militer yang serba canggih, namun tidak memahami sisi kemanusiaan di daerah yang didaratinya. Greg Mortenson adalah pahlawan kemanusiaan dekade ini.

View all my reviews.

Paris Pandora

Paris Pandora Paris Pandora by Fira Basuki


My review

rating: 4 of 5 stars
Saya suka karya2 Fira Basuki. Akhir2 ini novelnya membawa genre yang tidak mainstream.

Setiap novelnya selalu menyajikan sesuatu yang baru.

Rojak, menceritakan tentang kawin campur, Alamak dengan tata bahasa dan cara penulisan yang berima.

Astral Astria, bernuansa mistis tetapi ini sebenarnya menerangkan tentang kebudayaan kepercayaan kejawen jawa.

Paris Pandora, juga bernuansa mistis dan kepercayaan, tapi mungkin ini adalah sesuatu yang mulai hilang dari novel2 sekarang ini.

Sementara penulis2 wanita lainnya menuju budaya plural dan modern, Fira berhasil menjelaskan tentang seorang wanita yang sudah mendunia, namun tetap rural, berusaha untuk tahu akar budayanya sesungguhnya. eksplorasinya tentang budaya ini yang membuat novel ini menjadi kuat.

Novel ini bukan tentang wanita di jantung ibukota yang tinggal di apartemen, sibuk dengan pekerjaan, dan bergulat menemukan cinta, seperti layaknya chiklit2 lain indonesia.

Tapi tentang wanita menemukan jati diri, untuk merunduk seperti padi yang mencari akarnya, dan Astria mencari cintanya.

Astria yang melalui perjalanan roh dalam Astral Astria, sekarang bertemu dengan makhluk2 seperti Naga dan Gargoyle, masih dapat membaca kematian orang, dalam pencariannya terhadap jiwa kekasihnya yang hilang dan harta karun yang ditinggalkan oleh leluhurnya Ratu Sima.

Perjalanan ke Paris, Bali, Dieng.

Tidak banyak generasi sekarang yang berusaha ingin tahu budaya di mana darah mereka berasal, lainnya hanya berusaha tampak modern, global, trendy. Dimana kekuatan budaya dikalahkan oleh sains, engineering, agama, psikologi, dll. Fira melalui Astria tidak seperti itu.

Dengan cara penceritaan yang ringan, Fira menjelaskan tradisi2 di Kawasan Dieng, lagu, lelakon yang harus dijalani, maksud dari tradisi di atas.

Sebagian orang2 sekarang menganggap itu menjurus ke syirik, padahal budaya beda dengan agama. Hanya dengan iman yang kuat terhadap agama yang kita peluk dapat memilah-milah mana yang kita ikuti, atau hanya kita ketahui saja tentang lelakon budaya ini.

Fira hanya ingin kita tidak lupa pada budaya lokal kita, disamping kita berpedoman pada agama dan berpandangan modern.

View all my reviews.

Which blog do you like?

Friendster :
- Interfacenya banyak banget, halaman yang dilaluinya banyak
+ Udah banyak yang tau, jadi pasti dibaca sama Friend kita

Blogspot
+ Gampang banget, dan tampilannya bagus
- Kalo orang lain mau kasih comment mesti baca2 huruf2 aneh segala.., apalagi aku goggling diri sendiri dengan kata indrijuwono, masa blog ini belum muncul di google ?
try read http://indrijuwono.blogspot.com/

Wordpress
+Cukup lengkap juga, tapi ngubah nama blognya gimana ya?
Banyak blog lain juga ngelink ke blog ini..
try read me http://rumahbintang.wordpress.com

hmm, ada pandangan2 lain, mari kita saling berkunjung dalam blog masing-masing..
supaya hobi menulis ini tersalurkan..
nama gue indri juwono, kalau digoggling akan kluar banyaaaak banget, ih pasaran banget..

Other..

Visit me also at…
http://rumahbintang.wordpress.com/

Being Engineer… (jadi ‘tukang’ insinyur)

Impian jaman dulu :
Pake sepatu boot
Pake helm proyek, naik ke kerangka bangunan tinggi, menunjuk jauh, sambil bawa blue print…
Kerja bikin maket, tepuk tangan keberhasilan proyek, jabat tangan..

Stereotipe ini dipakai oleh : Primus, Luna Maya, Darius, Ananda Mikola, Dede Yusuf, dalam film iklan2 mereka..

Happen now..
Brangkat pagi2.. supaya ga telat, ga kena denda dan potong uang makan..
Namanya konsultan, dah pasti pulangnya entah kapan…
Nghasilin duit yang banyak untuk kantor, ngarep2 bonus akhir tahun..
Desain jadi diacak2 ma boss, jadi harus lembur u ngebetulin kerjaan..
Bagi2 cemilan ke anak buah, supaya mau meluangkan waktu untuk lembur..
Grabag grubuk ampe malem kalo besok mau meeting presentasi..
Dah pulang jam 1 pagi, msh harus dtg pagi2 besoknya karena meetingnya di ujung tol…
Ngntuk di jalan…

Wuahemm..
Ga baek ah ngeluh jadi engineer… (biasa.. orang indonesia maunya nrimo..)
impian tinggal di awang2…
nanti juga akan tiba saatnya seperti itu..Sukses tidak datang tiba-tiba… xaxaxa….
(tapi bisa secepatnya setelah minum fatigon/lipovitan/bodrex???)

yahuuddd!!!

Swimming.. byur.. byur..

Untuk pertama kalinya ngajak Bintang brenang.. Padahal dah pengen dari umur setahun, tapi baju renang yang kubelikan masih kegedeaaan mlulu akibat kelincahannya, jadi ga bisa gemuk ni anak..
Jadi dapet lagi yang model terusan dipake si centil ini..
Genit_1
Setelah nyoba ban banannya yang baru aja dibeli kemarennya, Bunda dan Bintang pergi brenang sama si bibi..
Nyoba_ban
centill

Persiapan
siap siap mau brangkat

10 menit pertama
Jerit-jerit ga karuan ga mau nyentuh aer sama sekali.. Ga nangis sih.. cuma kaget aja.. (sbnernya bundanya juga kaget karena ga ngecek kolammya dulu yang ternyata air dingin)

10 menit berikutnya
Digendong bunda keliling kolam.. mula2 ujung jarinya masuk.. lama2 kakinya, pantatnya, akhirnya badannya mau nyemplung juga..

Ngambek_1

next..
hyah.. udah ga karuan ni kenal aernya.. mulai meronta2 ga mau dipegangin, maen bola.. yang nyebelin.. Bintang sama sekali ga mau masuk BANnya.. yahh jadi harus dipegangi terus ni..
Sampai selanjutnya maen bola..

Jerit2 terakhir adalah dia ga mau dientas… yah.. emang dasarnya anak ecil mah doyan maen aer ya…
Langsung mandi showering air anget…

Nyebur

Bintang and Father

every night i open my eyes and see a wonderful scenery..

abin and her father sleep side by side, hug each other, seem peace and have a beautiful dream..

each of you that have family must have very very greatful feeling when you see that too.. a feeling that won’t to loose…

Siapa bilang kalo’ bayi ASI ga bisa gemuk??

Picture_395_1 You can see my little angel.. beratnya cukup dan diatas rata2 dan sangat aktif. Aku emang rencana kasih dia ASI eksklusif 6 bulan. Alhamdulillah, ASIku lancar jadi aku bener2 pure ASI aja sampai sekarang. Bintang tuh gemuk aja, tapi gak bulet2, jadi dia sangat aktif bergerak.. Umur sebulan dah bisa miring2, 3 bln dah tengkurep sendiri. Kalo’ digeletakin tangan dan kakinya gerak-gerak terus.. alhasil badannya berotot, mendekati kekar gitu. Sekarang 3 bln 3 minggu masih pure ASI 6.5 kg, 61 cm. Mana nyusunya kuat bgt lagi (kadang2 aku pikir anakku ni kaya cowok bgt sih??)

Kuncinya ya jangan males ngasih ASI, apalagi yang kebetulan dapet ASI berlimpah. Tiap 2 jam disusukan aja. Memang sih kadang ngerasa waktu kita untuk nyusuiinn melulu. Bayangin, nyusuin 1/2 jam, ngelonin 1/2-1 jam, baru beres2 sebentar, dah waktunya ngangkat bayi lagi.. nyusuin lagi. begitu terus sehari2. Kalo emang cuma disusuin kalo nangis aja, nahh itu yang bikin bayi ga gemuk2.. Dah gitu jangan dibiasain ngempeng. Kalo’ dah kenyang dilepas aja. Dicari aja posisi enak untuk ngasih ASI. Waktu 1-2 bln Bintang nyusunya digendong sampe tidur. Tapi kalo’ malem begitu lepas dari gendongan ditaro’ dia bangun lagi.. Sekarang dia dah kuat untuk posisi miring, jadi kita bisa peluk sambil nyusuin sambil tidur. Malah kalo’ malem bisa tidur 5 jam baru bangun lagi. Lagian kalo’ ngasih ASI kan enak, malem2 ga usah bikin susu, pokoknya gampang de, ga repot. Sekaranng Bintang rada susah disusuin sambil dipangku, abis anaknya aktif bgt, takut mencolot nih..

Picture_399

Buat ibu2 hamil 7 bulan, mulai banyak makan sayur ijo deh.. dan jangan stress supaya nanti ASInya banyak. Minum susu juga jangan lupa. Sekarang kerasa bgt lho kalo aku gak makan sayur ijo, ASIku rasanya dikit. Jadi kalo’ ga sayur ijo ya kacang2an.

Untung juga, karena ketika aku berhenti kerja ASIku banyak, jadi belum ada pos baru untuk beli susu bayi. Buat yang ASInya kurang yah jangan patah semangat lah.. meskipun dikasih formula jangan sampe anaknya super bulet.. Kasian juga loh dia bawa badannya juga berat, nanti susah gerak2nya. Dan juga kan sekarang banyak klinik laktasi untuk konseling soal ASI.

Kalo’ mau latihan ngedot, ASInya dipompa. Kalo’ emang ga kerja ya mompanya pagi, karena kan biasanya kebawa tidur ga disusukan, jadi pagi tuh yang dipompa banyak.. Sekali2 kalo’ pergi, Bintang minum pake dot. Awalnya sih susah.. tapi lama2 dari 70 cc ditambahin dikit2 sampe 100cc sekali minum. Waktu bulan lalu ditinggal tiap hari awalnya ngambek sih, tapi lama -lama mau ngedot.

Sekarang sih Bintang cerewet bgt bisa ngoceh teruss sambil guling2an.. TApi jeleknya dia hobi makan tangannya, ma semua maenannya juga dimakan, ujung bantal, kadang2 baju ibunya juga dimakan kalo lagi digendong. Rada aleman lagi, ada jam nangisnya tiap jam 1/2 7 malam. Mungkin karena maghrib kali ya..

Bayi hobi jalan-jalan

Emang begini ya jadwal ngurusin anak bayi…duh, kadang2 nangis, pup, pis, dll.
Apalagi kalo urusan bangun malam.. idih… tadinya ga suka nonton bola jadi kepaksa. Mo minta bangunin suami, kasian pulang malem.. jadi dikasih gendong bentar aja.. lagian cape kan.. harus brangkat pagi lagi…
Pagi jam 4, Abin udah melek jreng… matanya yang bullet dah melolo-lolo.. abis disusuin pasti dia ribut minta keluar.. jadi mesti ditenang2in dulu…”Nak, masih gelap… nanti dulu jalan2nya…”
Jam 5 dah buka pintu depan, dengan angina semilir masuk, Abin rada anteng.. gak uget-uget lagi di dalam strollernya..
Baru setelah Yandanya berangkat, Abin jalan2 di Strollernya keliling kompleks.. eh nggak ding.. Cuma 1 blok doang.

Pulang.. mandi, nyusu lagi… dan.. berharap dia tidur.. akhir2ini sih enggak.. Abin bisa melek terus sampai jam 2-3 siang.. baru tidur lamaa banget.
Dsc01356a
Seneng banget, walopun cape.. tapi semua yang aku bisa berikan..pasti yang terbaik untuk anakku..

Cerita kelahiran..

perkiraan 17 oktober.. tapi masih betah aja si baby..

sempet mules tapi cuma malem doang, paginya ilang.. gitu selama seminggu…
20 okt periksa lagi rencana induksi aja tgl 22 okt, keliatan lagi ada lilitan tali pusar di leher..
baru 2 minggu blkgan ini sih ada lilitan..
21 okt 08.00 mules2 ringan
11.00 mules2 masih ringan juga.. tapi sering, dah 5 mnt sekali.
13.00 brkt ke rs, diperiksa pbk 1, tp mulesnya jd ilang.. jd aku jalan mondar mandir aja
20.00 drnya telp, dipasang infus induksi
21.00 ketubannya pecah… yah.. drnya telp lagi jadi harus operasi deh..
ga tau ja brapa drnya dateng (untung si dr rumahnya cuma di kukusan…)dan berhai-hai sejenak.. bilang kalo kepala bayi masih di atas.. yah.. emang sebulan tuh perutku gak turun.. kepala bayi posisi udah di bawah tapi ga masuk2 jalan lahir.. selama sebulan kemaren sih dia masih nyaranin normal tiap aku priksa seminggu sekali.

persiapan operasi.. yah begitu2 deh..
trus jam 22.57 lahir deh.. (katanya..) karena aku rada panik krn sesak napas trus kynya dikasih penenang gt deh jd fly mabok gt, bisa denger apa yang diomongin, tapi sama sekali ga bisa konsentrasi..

baru sesudah di ruang recovery aku liat si baby… cantik bgt de…

wah.. ternyata pasca caesar itu sakiit banget…apalagi untuk batuk n ketawa…
makanya aku dulu pgn normal.. katanya sih… sakitnya pas nglahirin doang…
gerak dikit aja sakitt…
di rs 5 hari pulang pas lebaran ke2.. jd aku lebaran di rs..
di rumah aja duduk tidur gt aja.. kan emang ga boleh ngangkat barang berat sampe 3 blnan.. jalan dikit2 kaya penganten jawa di belakang cucuk lampah. walaupun dikasih obat antinyeri, kadang2 nyut2an lg juga..

tapi sekarang udah mendingan sih udah bs jalan2 100 mtran tapi ya pelan2…

sekarang si bintang lg bobo, jd bundanya bs online hehe…

-indri-

« Previous entries